PO#1

Jumat, 30 November 2012

PENGAPIAN VESPA YANG MASIH MEMAKAI PLATINA


PENGAPIAN VESPA YANG MASIH MEMAKAI PLATINA

Hallo sobat automotif.
Kali ini kita akan membahas tentang pengapian vespa yang masih menggunakan platina. Biasanya kita mengatur pengapian agar tepat pada 21 derajat btdc before top dead center. itu sudah benar pada model agak lama. kemudian sebelum pindah ke elektronik pernah vespa berubah jadi 22 derajat.
Tapi lebih penting lagi, mungkin awam tak tahu. Piringan tempat menempelnya coil juga perlu diatur. Jadi, sebelum kita set platina, kita set dulu posisi coil ini. Pada 21 derajat jaraknya itu sekitar 2 atau 4 mm. Efek penyetelan ini adalah menghasilkan api terbesar sewaktu pengapian. kalau ini pas maka motor mudah sekali dihidupkan bahkan dengan tangan sekalipun (jangan ditiru, bisa berakibat istilahnya nyabet dan tangan bisa patah).
Untuk mendapatkan 21 derajatnya itu cukup repot. Ini prosedur dari bengkel resmi vespa.
Yang perlu disiapkan:
1. piring aluminium setebal 3 atau 4 mm, bisa dibuat di bengkel yang ada cnc.
2. dummy busi. mirip busi tapi ujungnya solid karena cuma dibuat untuk menabrak piston. Bisa dibuat dengan busi biasa dan ujung dalamnya di las dengan besi padat dan ujungnya dibulatkan.
3. mur piringan magnet yang bisa mengakomodir tambahan piringan magnet.
cara kerjanya:
a. lepaskan magnet seperti biasa. kendorkan 3 baut pemegang coil sampai bisa digeser dengan ketok sedikit dari lubang intip di piring magnet tapi tidak mudah bergeser sendiri.
b. tutup magnetnya. pasang piring timing aluminium dan pasang mur item 3.
c. ganti busi dengan dummy busi.
d. cari top dengan cara putar ke kiri perlahan sampai mentok dummy busi. Tabrakan beberapa kali secara pelan agar kerak di atas piston stabil (tidak rontok tak mengapa yg penting stabil). Kalau garis dipiring timing (yg totalnya 360 derajat) sudah mantap tandai dengan pensil.
Putar pada arah berlawanan dengan perlahan sampai mentok.
Tandai garisnya. Nah, bagi 2 jarak tersebut, maka kita dapatkan topnya. Logikanya sederhana bukan? kurangi 21 derajat. tandai titik itu. itu adalah titik pengapiannya.
e. Pada posisi 21 derajat, intip posisi ujung besi coil dan magnet dipiring jaraknya sekian mm (ini perlu konfirmasi kakakku dulu ya). (potong kertas karton dengan ujungnya selebar ukuran tersebut yg bisa diselipkan di lubang intip untuk ukur itu). Kalau tidak pas atur posisi piring coil dengan memukul sedikit piringnya atau mungkin bisa dengan mengungkit. Kalau sudah pas kencangkan sedikit baut piringan (kalau memungkinkinkan).
f. Buka piring alumunium dan magnet.
g. Kencangkan 3 baut piring magnet. kendorkan baut platina.
h. Cari lagi 21 derajat BTDC seperti diatas. ada baiknya check ulang dan pastikan jarak magnet yang disetel barusan tadi tidak berubah.
i. Setting platina dengan timing checker yg bisa dibuat dengan battery 9 v dan buzzer dc. Koneksinya ke kabel magnet yg ke coil dilepas dan diganti ke timing checker kita dan satu lagi ke ground (chasis).
Tepatkan platina agar pada 21 derajat terjadi perubahan dari bunyi ke tidak bunyi atau sebaliknya.
Kencangkan platina. Buka baut piringan dan ganti dengan mur asli piringan magnet.
Lepaskan timing checker dan kembalikan kabel platina ke coil.
Test hidupkan.
Demikian sobat auto, tips dan trik untuk pengapian vespa yang masih menggunankan Platina.
Semoga bermanfaat.

Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar